Oleh: kerincinet | 9 Juli 2010

Wacana Provinsi Baru Puncak Andalas

2010/7/9 Akmal menulis :

Bung Syamsul,

Dendam Kelompok….???? kelompok yang mana yg kayo maksud…???

Andai pemekaran ini merupakan pilihan berganda….. maka dia masuk kedapalam opsi pilihan D alias pilihan terakhir.

Boro-boro mau referendum…. rakyat dah capek, rakyat gak minta muluk2… rakyat gak peduli mau masuk provinsi mana, yang penting bg mereka bisa makan dan hasil pertanian mereka bisa terbawa ke luar untuk dijual…., syukur aja sekarang jalan ke arah MaLabuh bagus jadi gak ada masalah….

Sebenarnya yang jadi masalah sejak dulu kita menganggap diberlakukan selaku anak tiri hanya ” Soal Jalan”, soal yg lain seperti politik bung Syamsul lebih tahu… hehe
Bayangkan waktu tempuh Kerinci-Jambi 9-12 Jam…… ini sama aja dengan waktu tempuh Jogja-Surabaya atau Jogja-Bandung bahkan mungkin Jogja-Jakarta. Jadi wajar aja dulu pak Murasman gak mau rapat ke Jambi dengan alasan waktu tempuh lamo nian dan litak uey… hehe…
Jauhnya jarak Kerinci ke Jambi kadang tidak diambil pusing oleh sebagian masyarakat…. toch mereka juga jarang ke Jambi, hidup terkungkung dalam Tempurung Kerinci sudah cukup lah…..🙂😀

Saya tidak menyalahkan Prov Jambi dengan keadaan Kerinci Sekarang….
Kerinci seperti ini ya akibat Ulah Uhang Kito lah….. yo lah Pemerintahnyo, yo lah DPRD dan wakil kito di DPR Pusat.
Silakan tanyo ke mereka-mereka tersebut……

Salam
Akmal

2010/7/9 Syamsul Bahri <syamsul_12@……>

Menurut saya “jangan bertindak kolektif atas dendam kelompok, berfikir dengan penuh perhitungan, perencanaan yang jelas, adakan referendum dengan masyarakat, bahkan termasuk kemungkinan dengan Kab Solsel, Pss Selatan (Tapan Indrapura), Muko2, kalau hanya sebuah tuntutan keadilan politik dan keadilan ekonomi, seyogyannya disuarakan oleh masyarakat melalui Anggota dewan Dapil Kerinci dan Koa Sungaipenuh di DPRD Prop sebanyak 5 orang, hal ini saya sampaikan bahwa indikasi moratorium pemekaran di tk pusat sangat kental, disamping untuk memecah Pss Selatan menjadi 2 yaitu Kab Tapan Indra Pura dan Pesisir selatan itu sangat sulit,( jika keiinginan DPRD 5 Kab/kota berkeinginan untuk berwacana dan mewjudkan Prop Puncak Andalas betul murni atau tidak atau hanya sakit hati sesaat)


Dari: Akmal
Kepada: Kerinci-net

Terkirim: Kam, 8 Juli, 2010 19:50:37
Judul: Re: [Kerinci-net] Tanggapan Akmal —> Pemprov Jambi Cuekin Kerinci

Mmd MM & Wo Zahary,
Tulisan kmrn memang membuat kamai ngan mudo bermuka tuo ini sedikit gregetan kato uhang minin… hehehe
Keadaan Kinci sekarang membuat kito bertanya2… . sebenarnya apa yang terjadi dengan kincai…??
Ketidakpuasan melihat kondisi kerinci membuat kita sangat gampang menyalahkan sang Ibu (prov)… dan sangat mudah kita membandingkan dengan kondisi disaat kita diasuh oleh ibu yang lain…. hmm…
Sekarang ini saatnyo Uhang Kincai intropeksi diri….
Saatnyo uhang cerdik pande yang tergabung dalam MPK atau apolah namonya mulai mimikirkan kincai….
Sebenarnya mau mulai dari mana kita akan membangun kincai….??
Saatnyo kito bertanya… sebenarnya sudah sejauh mana pemimpin kita berusaha memikirkan dan melaksanakan. ..???
Sudah sejauh mana dan apa saja yang telah dilakukan oleh Anggota DPR terhormat seperti AT dan yang lain untuk Kemajuan Kincai….
Jika kita sepakat uhang Kincai LEMAH dalam LOBI…. maka boleh kita pertanyakan apo bae gawe anggota DPRD dan DPR yang berasal dari KINCAI selamo ini….????
Mengenai Pemekaran,
Mengutip sair sebuah lagu… Bukan Perpisahan yang kami Harapkan….
Tapi kebersamaan yang seutuhnya lah yang kito harapkan….
Bukan memisah diri intinya… tapi kepedulian yang di atas ke bawahlah tujuannya… .
Salam
Akmal
2010/7/8 S Zahary

Ass www
Membicarakan pembentukan provinsi baru tidak semudah membalik  telapak tangan  ada beberapa  tahap yang perlu kita perhatikan jangan sampai masyarakat terpecah belah ada yang pro dan ada yang kontra  dengan ide pembentukan provinsi baru ( hang kincai lah mlek politik)
Pertama adalah latar belakang kenapa kita harus membentuk propinsi baru perlu di kaji  dengan teliti
Kedua  attention , Mengarahkan merancang menumbuhkan  minat masyarakat atau tokoh-tokoh masyarakat terhadap provinsi baru ,apa benefit atau keuntungan bagi masyarakat Kerinci bila terbentuk provinsi baru yang didukung oleh fakta-fakta yang akan terjadi,perlu sosialisasi dengan matang
Ke tiga , Objectif  apa yang ingin kita capai dengan pembentukan provinsi baru
Ke empat :Waktu ,kalau bicara waktu kita perlu time schedule yang jelas tahap-tahap untuk mencapai objectif  dan siapa yang bertanggung jawab.
Kalau ini sudah bisa kita diskusikan ,Insyaallah Masyarakat Peduli Kerinci (MPK)  akan mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh muda , tokoh milis kerinci ,HKK dalam scala  kecil Jakarta dan Bandung dan Follow up nya akan kita wacanakan untuk mengadakan pertemuan di Kerinci waktu Idul Fitri nanti ,Insyaallah

salam
hsz


From: mairizal meirad

Sent: Thu, July 8, 2010 5:28:01 PM
Subject: [Kerinci-net] Tanggapan Akmal —> Pemprov Jambi Cuekin Kerinci

Wuah wuah huebat komentar Akmal,
Terima kasih sudah mengomentari baris per baris , materi per materi yang esensial.
Lanjutkan …!!
Harigato Akmal sang.
MM
— Pada Kam, 8/7/10, Akmal menulis:

Dari: Akmal
Judul: Re: Bls: [Kerinci-net] Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Kepada: Kerinci-net
Tanggal: Kamis, 8 Juli, 2010, 5:22 PM

2010/7/8 mairizal meirad

Ass wr wb dd Iwan,
Saya merasa perlu meralat kalimat dd Iwan yg saya beri marker kuning/stabilo antara lain bahwa Kerinci masuk Jambi karena merasa dianak tirikan oleh Sumbar. Sepengatahuan saya bukan begitu, masuknya Kerinci ke Prov Jambi  pada saat Propinsi Sumatera Tengah yang terdiri dari 3 Keresidenan dipecah menjad 3 Prop yaitu Prop Sumbar, Prop Riau dan Prop Jambi. Untuk menjadi sebuah Prop. Keresidenan Jambi kurang 1 Kabupaten,
Dengan kata lain…. tanpa Kerinci maka Propinsi Jambi Tidak Akan Ada…..
Duh… sungguh besar jasa Kerinci akan lahirnya Prop. Jambi…
Tapi kok minin…..?? ??
dan atas lobby politik tokoh Jambi dg tokoh Kerinci saat itu, masuklah Kerinci menjadi salah satu Kabupaten ke Jambi.
Terbukti…. yang jago lobi itu tokoh politik Jambi… BUKAN tokoh politik Kerinci…. hmmmm pantasan aja….🙂😀
Pada masa Prop Sumatera Tengah Kab Kerinci bernama Kab Pesisir Selatan dan Kerinci dgn ibukotanya Sungai Penuh, jalan ke Padang cukup bagus,
Sejarah mencatat… Kita lebih baik semasa di Sumbar di banding saat sekarang… hehe
saya merasakan karena masih kanak2 bp dan ibu saya pernah kerja di Kantor Kecamatan Lengayang yg meliputi Surantih,Kambang, Balai Selasa dgn kedudukan di Kambang. Jadi masukkan Kerinci ke Jambi bukan karena merasa dianak tiri oleh Sumbar. Sumbar sangat dekat dan merasa saudara dgn Kerinci,
Kalau melihat silsilah… daun silsilah uhang kito memang lebih banyak rebah ke Minang Kabau…, sayangnya banyak juga orang kerinci yang menafikan hal ini…  jangan2 kito lah keno kutuk ntino-ntino kito… hahaha (sori guyon….)
Salam
Akmal
banyak tokoh2 Kerinci diberi kesempatan untuk menduduki posisi strategis di Sumbar beberapa waktu lalu termasuk bp H. Taher Achmad, kd Prof DR Jakub Isman , dan lainnya. Maaf dd Iwan hal ini perlu saya luruskan …
Www
MM
From: Syamsul Bahri
Sender: Kerinci-net
Date: Thu, 8 Jul 2010 16:51:20 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [Kerinci-net] Pemprov Jambi Cuekin Kerinci
Legenda Tiang Bungkuk akan terulang ????
Persumpahan Ninek Tiang bungkuk, menampakkan kebencian kepada Raja jambi adalah “bila ada batang pisang menghadap ke Jambi bakal menebangnya. Ayam berkokok menghadap ke Jambi bakal di bunuh
Harapan kita apa yang dikatakan oleh Ninek Tiang Bungkuk itu tidak terulang lagi di masa sekarang
Wassalam


Dari: “IWAN_Rauf@…….
Kepada: Kerinci-net@ yahoogroups. com
Terkirim: Kam, 8 Juli, 2010 01:25:30
Judul: Re: [Kerinci-net] Pemprov Jambi Cuekin Kerinci

Assalaamu’alaikuwrw b.

Apakah pisah dengan Jambi menjadi “jalan terbaik”, atau “pintu lobby” tidak ada lagi yang terbuka….. .???
Apakah ‘kito uhang Kincai’ cukup dengan ’emosi’ kalau ada masalah dengan Prov. Jambi….

Dulu, dengar-dengar cerita ‘uhang tuo-tuo’ bahwa kita pisah dengan Sumbar – pun dengan alasan yang
‘hampir sama’ merasa “dianak-tirikan” di Sumbar…… akhir pisah “talak tigo” ….hehehehe. ………

Ada baik-nya pimpinan Kincai ( DPRD dan Pemda atau Pemuka Masyarakat, dll ) membicarakan langsung
ke Pemerintahan Prov. Jambi, bagaimana baiknya kedepan Kerinci. Kita orang Kerinci-lah yang harus gigih dan
berusaha sekuat-tenaga membicarakan hal ini, karena kita Kerinci yang punya dan perlu dengan kepentingan ini.

Saya rasa kita tidak cukup dengan “ngambek atau merajuk”…. ….ujung- ujungnya “emosi” yang ada….hehehe. .😉

Salam,
IwanR

░DenilZ░ wrote:

Alaikum salam wr wb,


Dilihat dari judul berita terdahulu, memang kesannya ada yg tidak beres dengan hubungan antara Pemerintah Kab Kerinci dan Jambi sbg provinsi (induknya) dari dulu sampai skrg. Tekesan belum ada komunikasi yg baik …..entah antar personal/oknum aparat maupun secara kolektif. Kerinci kurang proaktif menghadapi masalah dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jangankan untuk jalan provinsi yg menghubungkan antar kabupaten, sbg contoh jalan jalan di Kerinci maupun Sungai Penuh-pun, ndak banyak kemajuan. Tiap tahun infrastruktur ini selalu bermasalah.. ……., capek deh 🙂.

Entah lah …..apa jadi nya Kerinci nantinya…. …
Mari simak lagi berita terbaru yg satu ini :

Salam,
Moderator

Kerinci Ancam Pisah dari Jambi
5 DPRD Sepakat Bentuk Provinsi Baru
Kamis, 8 Juli 2010 | 10:12 WIB

Oleh: kerincinet | 26 Januari 2010

Lima Tahun Kerinci-net

Sebagai sebuah blog website dari Kerinci-net, Kerinci1net.wordpress.com merekam kejadian-kejadian, diskusi-diskusi terbuka di Kerinci-net@yahoogroups.com dan peristiwa menarik lainnya untuk di-share bagi siapa saja yang tertarik mengetahui perkembangan Kerinci.
Hari ini 26 Januari 2010 adalah hari ulang tahun ke-5 bagi milis Kerinci-net. Selamat ulang tahun Kerinci-net, selamat bagi Anggota Kerinci-net yg telah membangun dan memiliki milis kebanggaannya, semoga tetap eksis dan memberi manfaat dalam menyebarkan informasi, sbg ajang diskusi bebas ttg Kerinci di dunia maya dalam memajukan sumber daya manusia dan daerah Kerinci seutuhnya.

Selain itu, website ini diharapkan sbg media bercermin bagi aparat pemerintah di Kerinci agar mendengar, melirik serta berempati terhadap suara hati dari rakyat-nya.  Supaya dalam bertindak dan menjalankan amanah rakyat tidak asal dan melupakan kehendak rakyat.

Berharap menatap Kerinci pada suatu hari kelak sebagai daerah yang sejahtera rakyatnya, maju dalam segala bidang dan pertumbuhan ekonominya yg baik adalah angan-angan setiap anak negeri Kerinci, semoga hal itu bisa terwujud jika para pemimpinnya ataupun aparat pemerintah bersungguh-sungguh menjalankan amanah dan sumpah jabatannya.  Jika sebaliknya yg terjadi, maka mari kita ikut memberi sumpah serapah bagi pemimpin/aparat yg tidak amanah.

================================================

Berikut adalah petikan/komentar dari Kerinci-net@yahoogroups.com :

From: Perial Dekatri
To: Kerinci-net@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, January 26, 2010 9:01:13
Subject: Re: [Kerinci-net] Hari ini Kerinci-net Ulang Tahun ke-5

Selamat ulangtahun ke-V semoga lebih bisa menjadi media yang interaktif positif dan objektif antar masyarakat kerinci.

Buat moderator forum om Denil (sok kenal meskipun blom pernah ketemu :D) saya boleh saran, kenapa Kerinci-net ini tidak dibikinin forum yang berbasis website saja, karena menurut saya semakin bannyak user/guest yang memanfaatkan informasi disini, maka semakin menunjukkan kalo informasi disini berkwalitas.

Thanks : PD

——————————

From: Denil
Sent: January 26, 2010 9:43 AM
Subject: RE: [Kerinci-net] Hari ini Kerinci-net Ulang Tahun ke-5

Terima kasih Bung Perial…..

Maksud membangun forum Kerinci-net yg berbasis website sudah coba kita rintis dengan membentuk sebuah account di wordpress, namun berhubung keterbatasan waktu dan rumitnya prosedur … terkadang juga ada sedikit malasnya..(he..he…he, namanya juga manusia)…..kasihan account-nya jadi terbengkalai……jadi jarang di-update.

………………

 O ya, kalo pengen lihat keadaan website yg dimaksud silahkan buka ini : https://kerinci1net.wordpress.com/

Nama account tidak diperkenankan menggunakan tanda baca “-“…, jadinya kita tidak bisa menuliskan Kerinci-net.wordpress.com ….

 Tapi kelihatannya oke juga lah yaa……..sekedar mengingatkan kita & anak cucu kita agar tahu bahwa Kerinci adalah SATU………

Salam,

Denil

——————–

From: mardizal
Sent: January 26, 2010 9:07 AM

 Bravo kerinci net

Sent from my BlackBerry®
—————————

From: Isvet Novera
Sent: January 26, 2010 8:59 AM

HAPPY B’DAY KERINCI-NET, semoga JAYA SELALU demi mempererat silaturahhim !
Isvet Novera

————————————————-

From: Akmal
Sent: January 26, 2010 9:09 AM
Assalamualaikum wr wb

Bravoo…. Kerinci-Net..!!!!!

…………

Kami ucapkan selamat milad yang ke-5……

Sangat banyak sekali manfaat dengan adanya milis ini… paling tidak kita bisa tambah sodara tambah teman… tambah informasi tentang Tanoh Kincai…

Menarik sekali melihat grafik posting di milis ini…. angka tertinggi yaitu pada bulan Nov-Des-Jan Setahun yang lalu… dimana hangat2nya Pilkadal plus demo yang kata orang memalukan itu …🙂

Kemudian secara pelan tapi pasti maka sepi-lah milis ini….. hehe….

Mungkin udah sifatnya kita rame klo ngomong yang berbau emosi dikit…..🙂😀

Ditambah lagi fesbuk yang menggoda…. hmmm….

Eniwei…. apo kabar Kincai minin yo… kok adem2 bae… apo sunyinya kincai berkorelasi dengan sunyinya milis ini..???🙂😀

Salam

Akmal

———————————————-

From: Ifdil dahlani
Sent: January 26, 2010 3:16 PM

Kayo2 Yth,Lah lamo nia akau dak koment di Millis kito inih, dak taunyo lah ulang tahun ke 5, lah lamo uge ruponyo… akau pun tak ingak agi tahun brapo join di millis ini, yang ingat akau di ajak Da Non untuk join. ternyata asyik jugo disini.. Bisa Ketemu banyik uhang kincay yang sukses sukses…Majeu terus kanti-kanti,  n juga millis kito inih

Salam

IFDIL

——————————————————————————–

Oleh: kerincinet | 3 Januari 2009

Budaya Malu Aparat PEMKAB

Budaya yang satu ini akan memperlihatkan ada atau tidaknya empati dan rasa toleran aparat terhadap masyarakatnya.

 

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, “Edward, Syafron” <edward.syafron@…> wrote:
>
> Ah baru teringat, satu lagi budaya jelek para pejabat Kerinci yang
> terpantau oleh kamai, yaitu Kendaraan Dinas malah menjadi kebanggaan dan
> sering dipakai untuk kepentingan pribadi, Kalau ke Sungai Penuh hari
> sabtu dan Minggu, ada banyak kendaraan dinas yang berseliweran…
> Ini salah satu bukti bahwa di Kerinci itu Korupsi malah menjadi
> kebanggaan, padahal kalau di Jakarta Koruptor masih punya sedikit malu,
> kalau mau pakai mobil dinas dihari libur, pasti mereka ganti platnya
> dari Merah menjadi hitam, sama-sama koruptor sih, tapi paling nggak
> masih ada rasa malu.
>
> Ini juga PR buat pemimpin Kerinci kedepan untuk menumbuhkan budaya malu
> memakai fasilitas tidak pada tempatnya…
>
> salam
> edo
> ________________________________
>
> From: Kerinci-net@yahoogroups.com [mailto:Kerinci-net@yahoogroups.com]
> On Behalf Of Musnardi Moenir
> Sent: Tuesday, April 22, 2008 1:45 PM
> To: Kerinci-net@yahoogroups.com
> Subject: Bls: Balasan: Bls: Balasan: Re: [Kerinci-net] Gizi Buruk
> (MENYAKITKAN……….)
>
> edo…. ada hal “bagus” yang tertinggal……..
> Mobil dinas bagus semua…
> apalagi yang harganya 1.5 milyar…
> saking canggihnya itu mobil, lewat di jalan berlobang…. ndak terasa
> ada lubangnya..
> he he he ……
>
> salam,
>
> Musnardi Moenir

> —– Pesan Asli —-
> Dari: “Edward, Syafron” edward.syafron@…
> Kepada: Kerinci-net@yahoogroups.com
> Terkirim: Selasa, 22 April, 2008 13:19:47
> Topik: RE: Balasan: Bls: Balasan: Re: [Kerinci-net] Gizi Buruk
> (MENYAKITKAN……….)

>
> Berdasarkan pemantauan kamai, tidak semuanya jelek di Kerinci, ada juga
> kok yang bagus seperti:
> 1. Rumah Dinas Bupati sekarang sudah jauh lebih bagus setelah di
> renovasi
> 2. Rumah wakil Bupati dan Sekda juga sudah jauh lebih bagus
>
> salam
> edo
>
> ________________________________
>
> From: Kerinci-net@ yahoogroups. com [mailto:Kerinci- net@yahoogroups.
> com] On Behalf Of Akmal
> Sent: Tuesday, April 22, 2008 1:13 PM
> To: Kerinci-net@ yahoogroups. com
> Subject: Re: Balasan: Bls: Balasan: Re: [Kerinci-net] Gizi Buruk
> (MENYAKITKAN. ……… )
>
> Dusun kamai yang sekitar TANCO juga idak masuk Om…… dari segi
> politik memang belum diperhitungkan. .. hiks..hiks.. .
>
> Kalau saya dengar DAU atau APBD yang ber-milyar2an. …. kok hati saya
> SAKIT…… kok hati saya bergemuruh ingin “marah” tapi gak tau mau
> marah ke siapa…???? ??
>
> Kemana pergi uang tersebut…. .?????
> Jalan rusak……
> sarana prasarana daerah hancur……
> Sarana wisata tidak teruruss…. …..
> Lapter cuma tinggal Wacana….
> Waduh…. Wo…. sakit nian hati ini……
>
> Jangan cuma bisa berpesta poya dengan berkedok PESTA DANAU yang
> menghabiskan uang rakyat…..
> Jangan cuma bangga dengan mendapat PENGHARGAAN ADIPURA tapi kota SAKTI
> KUMUH dan Kotor…. jadi uang tersebut untuk ADIPURA (baca:suap). ….
>
> Ach…. semakin sakit aja jika dilanjutkan. …
>
>
> Salam
> Akmal

Oleh: kerincinet | 3 Januari 2009

Benda Bersejarah dan Geologi Kerinci

Penemuan benda bersejarah di Tanah Kerinci akan membuka sedikit tabir ttg keberadaan nenek moyang orang Kerinci, asal muasalnya dan alamnya.

Semoga penemuan ini ditindaklanjuti dengan hal-hal yg bermanfaat dan berkelanjutan. 

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, adi prayogi <adi_prayogi@…> wrote:
>
> Assalamualaikum,
>
> kak Edo, tadi aku k perpus dan ketemu proceeding IAGI 1982 judulnyo “Terbentuknya Danau Kerinci Purba Kaitannya dengan Formasi Pengasih Di Sumatra’ oleh Ricardo Pardede. Sayang, untuk skripsi pak Wimpy (1977) ga ktemu, cuma ketemu judul dan daerah penelitian beliau di Sungai Liuk tentang gravity.
>
> dari paper tersebut,
> Luas danau kerinci purba 2-12.5 km dengan arah Tenggara-Baratlaut dan panjang 45 km (btul kato kak Edo, mungkin klo dikimak minin, kliatan bukit sebelah barat dan bukit sebelah timur basuo di Mukai Tinggi..itu ujung paling barat, sampai ke daerah Bukit Binteng). Danau yang ada sekarang sudah tentu bagian yang terdalam dari danau purba. Kedudukan tertinggi dari Formasi Pengasih (endapan danau yang menunjukkan kedalaman danau purba) dapat dijumpai di Desa Lubuk Paku dan Temiai yaitu 880mdpl.
>
> Urut-urutan pembentukan danau Kerinci purba
> 1. Pembentukan Terban (Graben)
> Graben miring kearah tenggara, bentuk memanjang tenggara barat laut.
> 2. Kegiatan Gunungapi
> Adanya kegiatan gunungapi komplek bukit Binteng, Bukit Sirih, Bukit resi, dan Bukit Ulumayang yang materialnya mengalir ke arah timur laut sebagai pembendung di bagian tenggara terban, sekitar Lubuk paku dan muara sungai Temiai.
> 3. Terbentuklah danau Kerinci Purba.
>
> Diakhir paper tersebut,adalah hal yang sangat perlu untuk diketahui
>
> – dataran lembah kerinci yang ditempati Danau Kerinci sekarang diapait oleh 2 JALUR SESAR AKTIF, yakni sesar sungai penuh dan sungai Labu.
> -Batang Merangin dengan dinding terjal, tinggi mencapai 150m, merupakan satu-satunya sungai yang mengalirkan danau Kerinci, mengalir pada jalur sesar aktif dan berdekatan dengan jalur kegiatan gunungapi G. Kunyit-G.Sumbing
>
> btw, lokasi pembangunan PLTA di sebelah mananya ya??sudahkah dikaji kondisi geologinya??endapan gunungapi adalah endapan yang mudah longsor apalagi ditambah sedikit ‘goyangan’ dan penggundulan hutan…
>
> Silahkan ditambahkan oleh senior2 geologist (kak Edo atau Bang Akmal),
>
> Insyaallah skripsi pak Wimpy segera menyusul.
>
> utk Kak edo:
> Kak, dulu aku ado peta seismotectonic sungai penuh (insyaallah masih ado). disitu ngebahas sebaran gempa dan kerusakan yang mungkin dihasilkannya)tapi sayang dalam bentuk hardcopy dan berukuran besar jadi agak susah untuk discan.
>
> Salam hangat,
>
> AdiPrayogi

From: Kerinci-net@yahoogroups.com On Behalf Of Edward, Syafron
Sent: Friday, April 18, 2008 9:11 AM
To: Kerinci-net@yahoogroups.com
Subject: Geologi Danau Kerinci (was:RE: Balasan: [Kerinci-net] Benda Sejarah)

Dulu saya pernah punya Paper mengenai Genesis Danau Kerinci dari
Proceeding IAGI, di paper tersebut diungkapkan data dan fakta akurat
mengenai Evolusi Danau Kerinci, nanti saya coba cari lagi papernya dan
Insya Allah diforward ke milist ini kalau sudah dapat.

Intinya, Danau Kerinci yang kita lihat sekarang adalah sisa dari Danau
Kerinci Purba yang dulu luasnya adalah seluas dataran Kerinci Sekarang.

Danau Kerinci Purba terbentuk karena adanya pergeseran Batuan (sesar)
yang merupakan segmen dari Sesar Sumatera. Dataran Kerinci terbentuk
bersamaan dengan Terbentuknya Sesar Sumatra yaitu pada kisaran Umur 10-5
Juta tahun yang lalu. Sesar Sumatra terdiri dari banyak segmen. Di
Segmen Muara Labuh-Kerinci, Sesar ini bergerak Turun sehingga terbentuk
cekungan yang dalam geologi dinamakan Pull-Apart Basin. Cekungan ini
lalu diisi oleh air yang membentuk Danau Kerinci Purba.

Luasnya danau Kerinci purba bisa dibuktikan dari Endapan Danau yang ada
di Daerah Siulak sampai Daerah Sanggaran Agung, kalau kita melintas dari
Sanggaran Agung kearah Jujun, maka kita akan lihat endapan danau
ditebing kiri jalan yang berwarna abu-abu kemerahan. Lalu dalamnya Danau
Kerinci Purba bisa diperkirakan dari tingginya Tanah Cogok yang ada di
Ujung Pasir, Koto Petai, Koto Iman, Sebukar, Semerah dan Bunga Tanjung.
Kalau kita jalan dari Sungai Penuh ke sanggaran agung, maka kita akan
lihat Tanah Cogok tersebut dikanan jalan didaerah Sebukar sampai Koto
Iman. Semua tanah tersebut adalah endapan Danau Kerinci Purba (hal ini
juga bisa dilihat di google earth), jadi bisa dibayangkan berapa
dalamnya Danau Kerinci Purba tersebut.

Danau Kerinci Purba jebol didaerah Sanggaran Agung karena adanya patahan
batuan baru didaerah tersebut yang memanjang sampai Merangin dan terus
ke Muara Imat..

Sebenarnya ceritanya masih panjang tapi Segitu aja dulu biar
penasaran..hehe

Nanti dilanjutkan kalau papernya sudah ketemu lagi…

Salam Geowisata
edo

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, “Edward, Syafron” <edward.syafron@…> wrote:
>
> Wo Denil dan rekan kerinci-net.
>
> Kisah Geologi Kerinci itu sangatlah Dahsyat, dan kalau kita bisa
> mengemasnya dengan baik, hal tersebut bisa menjadi potensi yang sangat
> baik untuk Geowisata, seperti halnya banyak objek wisata di US dan UK,
> Wisatawan tidak hanya diajak menikmati keindahan alam tapi juga kisah
> geologi dengan segala proses yang membentuk keindahan tersebut.
>
> Ada rule of thumb didunia Geologi: Semakin Indah alam suatu wilayah,
> maka semakin Dinamis dan dahsyat proses Geologi yang telah dan sedang
> terjadi diwilayah tersebut.
>
> Positifnya untuk Kerinci adalah, keindahan alamnya yang mengagumkan,
> tapi negatifnya adalah potensi bencana Geologi yang sangat besar.
>
> Kembali kepotensi Geowisata, Wisatawan dari luar negeri dan juga saya
> yakin wisatawan domestik yang berpendidikan pastilah tidak hanya
> tertarik dengan keindahan alam tapi jauh dari itu adalah mereka ingin
> tahu apa sebenarnya cerita dibalik keindahan itu baik cerita budayanya
> maupun cerita Geologinya.
> Kalau kita berkunjung ke Grand Canyon, US atau Objek wisata geologi
> lainnya di US dan UK, kita selalu mendapati papan penerangan tentang
> kisah geologi yang menerangkan kejadian yang terjadi. meskipun selama
> ini yang saya amati, papan penerangan itu selalu dipenuhi oleh wisatawan
> asal US atau Eropa sementara wisatwan asal Asia, lebih tertarik untuk
> foto-foto sebagai kenang-kenangan pulang kampung.
>
> DI Tangkuban Perahu, Bandung juga sudah ada hal seperti ini, dan
> kelihatannya minat masyarakat untuk membacanya sangat tinggi, cara
> penyampaian informasi geologinya juga sudah disesuaikan dengan kandungan
> lokal yaitu dengan memasukkan kisah sangkuriang didalammnya sehingga
> cukup menarik bagi wisatwan domestik yang biasanya lebih tertarik kepada
> cerita-cerita yang berbau mistik daripada kisah nyata geologi.
>
> apapun bentuknya, saya kira hal ini merupakan potensi yang sangat baik
> untuk dikembangkan di Kerinci….
>
> saya secara pribadi siap mendukung secara aktif..
>
> salam
> edo

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Akmal <akmaluddin@…> wrote:
>
> Soal Barang purbakala, BUKAN urusannya Pemda je….
> Yang lebih berkompetan yaitu Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala
> Jambi……. saya gak tau balai ini masih satu atap dengan Balai
> Arkeologi di Palembang pa gak…
>
> Salam
> Akmal
>
> pragienanta falzi wrote:
> >
> > salut! dan trus smangat!
> >
> > mugo2 dgn adonyo tmuan dan tmuan dan trus tmuan barang sejarah,
> > kito jugo smakin tau mano rumah kito. krn kalo kito dak tau mano rumah
> > kito, mako kito idak tau pulo ndak balek kemano.
> >
> > ((samo2 seatap rumahnyo dgn nabi Adam, pilkada ndak bemusuh jugo,
> > apolah arti dunio bagi kamai yg idak berado, hehee))
> >
> > Om, Moenir!
> > tolong kayo kato ke masyarakat kincai,
> > kalo ado tmuan2 barang sejarah, langsung lapor ke badan arkeologi yg
> > lebih kompeten be.
> > sbab kalo lapor ke pemda kincai percuma, apolagi taun ini. pjabat agi
> > sibuk ngurus pilkada, memperjuangkan dinasti yg ado, biar idak orang
> > baru yg menang. sbab kalo orang baru yg mnang, mako kasus2 dinasti yg
> > minin bisa tekuak spanjong jalan, heheee.. pisS!!
> >
> >
> > */Musnardi Moenir non_lahar@…/* wrote:
> >
> > all
> >
> > Ditemukan lagi benda sejarah
> >
> > Salam
> >
> > Musnardi Moenir
> >
> >
> > Harian Jambi Ekspress
> > Petani Temukan Benda Bersejarah, Diduga Berasal dari Abad IX
> > Monday, 14 April 2008
> > *SUNGAIPENUH *– Petani di Kabupaten Kerinci kembali menemukan
> > benda bersejarah di dalam ladangnya. Penemuan benda bersejarah
> > yang diduga berasal dari abad IX Masehi itu merupakan rentetan
> > dari penemuan sebelumnya yakni Oktober 2007. Benda bersejarah itu
> > ditemukan di Renah Malayang Desa Lolo Gedang, Kecamatan Gunung
> > Raya. Benda-benada itu berupa tempayang, kendi, tembaga yang
> > ditemukan di ladang milik Afdal warga setempat.
> > Untuk bisa sampai di lokasi penemuan benda bersejarah itu memang
> > agak sulit. Lantaran harus berjalan kaki menyelesuri jalan kecil
> > sepanjang 2 KM dari jalan desa. Benda bersejarah itu persis berada
> > di dalam ladang milik Afdal yang ditanami kulit manis dan tanaman
> > cabe. Di lokasi penanaman cabe inilah ditemukan benda bersejarah itu.
> > Menurut keterangan Afdal, dirinya menemukan benda bersejarah ini
> > secara tidak sengaja pada Oktober 2007 lalu. Ketika itu dirinya
> > sedang menggali sumur untuk menampung air guna menyiram tanaman
> > cabe di ladang. Belum sempat dirinya menggali lebih dalam hanya
> > baru 100 CM penggalian, cangkulnya sempat menyentuh sebuah benda.
> > “Cangkul saya menyentuh sebuah benda. Lalu saya berhenti.
> > Kemudian saya amati ternyata benda itu berupa tempayan. Penggalian
> > terus saya lakukan ternyata ditemukan juga berupa kendi dan
> > tembaga,” terang Afdal, kepada koran ini Minggu (13/4) kemarin.
> > Tidak lama setelah penemuan benda itu, dirinya bersama masyarakat
> > setempat melaporkan ke Balai Arkeologi di Palembang. Kemudian tim
> > dari Arkeolagi Tri Marhaini dengan 3 orang anggota, pada Jumat
> > (4/4) lalu datang ke lokasi dan menemukan pula benda bersejarah ini.
> > Masih dari penuturan Afdal, petugas dari Arkeologi
> > setiba di lokasi kembali menggali sebanyak 10 lubang di sekitar
> > lokasi penemuan awal masing-masing lubang yang digali berukuran
> > 2×2 meter dengan kedalaman 150 cm. Untuk membantu penggalian,
> > mereka mempekerjakan 10 orang penduduk setempat. Dari 10 lubang
> > yang digali berhasil ditemukan berupa 8 unit tempayan dengan
> > berbagai ukuran. Dalam tempayan itu ada satu buah buli-buli dan 2
> > coin berhias bunga. Ada juga perunggu, tombak, kendi serta tulang
> > belulang manusia yang sudah hancur.
> > Ditemukannya benda bersejarah itu memang cukup beralasan apalagi
> > satu desa sekitarnya yakni di Desa Lolo Gedang, juga terdapat
> > bukti sejarah berupa Batu Gong yang berukuran panjang 2 meter
> > dengan diamater 50 cm berbentuk lonjong, bergambarkan gong dan
> > relief orang menari. “Biasanya dari titik Batu Gong ke arah
> > Selatan hingga 1,5 KM sudah bisa dipastikan ada benda-benda
> > bersejarah yang terkubur. Di Kerinci hanya ada dua buah Batu Gong.
> > Pertama di Lolo Gedang dan di Muak. Tempayan yang ditemukan ini
> > sama bentuknya dengan tempayan yang ditemukan di daerah Giri
> > Manuk, Jawa Barat, Lahat, Merangin, Sumbar, Taiwan dan Filipina,”
> > jelsa Afdal menirukan ucapan Tri Marhaini.
> > Dari pengakuan Afdal lagi, di ladang miliknya juga
> > pernah ditemukan emas batangan pada tahun 1999. Hanya saja emas
> > batangan yang ditemukan petani tersebut tiak diketahui berapa
> > beratnya. Pada kesempatan yang sama Kepada Desa Lolo Gedang Kamil
> > mengakui bahwa dirinya juga sudah melaporkan penemuan benda
> > bersejarah itu kepada Pemkab Kerinci melalui Dinas Pariwisata.
> > Hanya saja belum ada tanggapan dari Dinas Pariwisata Kerinci.
> > “Kita sudah laporkan ke Dinas Pariwisata namun belum ada
> > tanggapan. Kita hanya mengkhawaitirkan jika benda-benda
> > peninggalan abad IX ini yang terdapat di ladang milik masyarakat
> > jika tidak ada perlindungan dari pemerintah dikhawatirkan akan
> > hilang dan dicuri orang,” tandas Kades Kamil. *(wdo)*

Oleh: kerincinet | 28 Desember 2008

Calon PLTA di Kerinci dan AMDAL

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Musnardi Moenir <non_lahar@…> wrote:
>
> Komentarku…..
>
> Sekepal tanah surga, telah terkontaminsasi oleh iblis yang berwujud manusia.
> Perlu dibangun kembali rasa malu “social capital” untuk berbuat salah.
> Ebit G Ade mangatakan; bangga dengan dosa-dosa…..
> dst……
>
> salam
>
> Musnardi Moenir
>
>
> —– Pesan Asli —-
> Dari: Akmal akmaluddin@…
> Kepada: Kerinci-net@yahoogroups.com
> Terkirim: Jumat, 11 April, 2008 09:32:53
> Topik: Re: Terusan: Balasan: Re: [Kerinci-net] PLTA Kerinci, Amdal dan Izin Lokasi
>
> Om Mai dan Mendah Kincai….
>
> Membaca tulisan Om Mai saya jadi tersenyum..( senyum yang penuh arti dan tanda tanya….hehe)
>
> Terus terang saya salut Om Mai mau mengecek sendiri kebenaran dan realita yang ada di Kerinci sekarang, sebenarnya saya takut disebut tukang gosip atau menjelek2kan kerinci atau dulu pernah disangka terlalu berprasangka buruk dengan kerinci dan pemerintahnya. …. lah kalo keadaannya memang seperti itu mo gimana lagi…….. ?????
>
> Sebenarnya saya berharap, omongan saya dulu berbeda dengan kondisi yang Om Mai lihat sekarang….
> Saya berharap Lapter sudah berfungsi sebagai mana mestinya…. bukan lap ternak apalagi lap raising (baca: adu balap)…..
> Saya berharap jalan sudah enak dan mulus….. sehingga Om Mai tidak jauh2 datang ke Kincai cuma untuk disco dimobil hehe…
> Saya berharap kota sei penuh…. yang konon katanya mau pisah dengan kab kerinci TIDAK PESING lagi…..
> Saya berharap dan saya berharap…. …. namun sayang semuanya cuma HARAPAN dan TIDAK PERNAH JADI KENYATAAN… .
>
> Melihat kondisi Kincai yang HANCUR begitu….. sudah pasti bukan salah RAKYAT…. tapi salah Yang MEMIMPIN RAKYAT…. Karena Uang Rakyat diatur oleh PEMIMPINNYA. …… Jika saya terlalu keras ngomong ntar disangka sentimen dengan FS hehe……..🙂
>
> Dengan tertangkapnya UHANG JAMBI… Yaitu Al Amin anggota DPR…. karena Suap oleh KPK, saya jadi SANGAT BERHARAP… Pemimpin dan Kroni-Kroninya yang Memakan Uang Rakyat Kerinci supaya juga DITANGKAP… .??!!!
>
> Salam
> Akmal
>
>
— In Kerinci-net@yahoogroups.com, mairizal meirad <mairizal_meirad@…> wrote:
>
> Maaf untuk PLTA saya ndak bisa komentar kecuali “kunun bae”.
>
> Menurut saya untuk Kabupaten Kerinci yang dikatakan “Segepal Tanah Sorga yang tercampak ke bumi” tapi…”terlantar” karena belum tepat ngurusanya
> Kerinci tidak memerlukan mega proyek tapi “kunun” , Kerinci memerlukan program peningkatan ekonomi rakyat yang ter-integrasi antar berbagai sektor melalui pemberdayaan sumber daya alam yang ada dan perbaikan infra struktur yang memadai. Karena Sumber Daya Alama (SDA) tidak akan berarti apa2 jika urat nadi ekonomi tidak baik, SDA tidfak akan berarti apa-apa jika tidak didukung dengan organisasi dan tata kelola serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
> Gaung PLTA sudah hampir 8 tahun kita dengar tapi…. tapi …
>
> Khusus untuk Add Akmal…
>
> Penasaran dengan informasi dan tulisan Akmal dalam milis ini, maka
> waktu pulang ke Kerinci beberapa hari lalu saya menyempatkan diri kekeliling Danau Kerinci, berhenti dibeberapa Desa dan terakhir melihat Lapter (LAPTER yang sering mendapat sorotan keras dari add Akmal).
> Sesampai disana saya melihat beberapa kerumunan orang, saya tanya ada apa disana ? ” anak-anak balapan speda motor “.
> Rupanya Lapter itu bukan Lapangan Ternak Mal tapi berubah jadi Lapangan Balap Motor. Ketika saya tanyakan apakah pengerjaan Lapter itu masih berlangsung dijawab oleh salah seorang masyarakat yang ada disana , sudah tidak ada pekerjaan lagi, malah Lapangannya sudah ada yang ber-lobang-lobang.
> Kasihan betul ya….. sawah yang sudah habis untuk itu, dana yang bermilyar-milyar masuk kesana.
> Saya jadi mikir dan ter enyuh…andaikan Dana untjuk Lapter itu dulunya digunakan untuk perbaikan jalan ke Bangko , ke Tapan/Pess Selatan dan dalam wilayah Kerinci mungkin sudah cukup bagus dan bisa mendongkrak kegiatan ekonomi rakyat Kerinci.
> Sayakan ter-enyuh karena waktu dari Tanjung Batu, Tanjung Merindu memasuki Sanggaran Agung terus ke Sleman, Hiang, Pendung Tanah Genting saya merasakan goyangan Disko dalam mobil karena jalan yang bergelombang dan berlobang kalau hujan katanya jadi kubangan Kerbau.
> Saya bilang sama masyarakat Sleman kalau jalan bagus saya sudah lihat di Jakarta dan daerah lain, saya mau merasakan jalan disko ini.
> Mudah-mudahan info singkat ini bisa menggugah kita semua, untuk memajukan Kerinci kedepan./.. Kerinci ini mau dibawa kemana ???.
> Semoga Pemimpin Kerinci dimasa akan datang “siapapun orangnya” akan bisa membawa pembaharuan, perbaikan untuk masyarakat banyak.
>
> Oh.. Akmal Pasar juga begitu l, betul sekali yang Akmal katakan Kincai Plaza memprihatinkan dilantai 3 bau Kencing dan bila angin datang parfum itu menebar ke sekitarnya,
> Karena penasaran komentar Akmal , Saya menyempatkan diri juga melihat-lihat pasar sayur, ikan, daging dan Pasar Tanjung Bajurei yang nasibnya sama dengan Kincai Plaza.
> Ini menjadi PR yang berat bagi Pimpinan Kerinci dimasa depan, mau diapakan dan bagiaman membenahinya.
> Tentunya semua saran dari kita yang diluar daerah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kerinci.
> MM
>
>
>
> osma nar os mersel18@… wrote:
> Yth. Mendah khincai
>
> PLTA Batang Merangin, PLTA Merangin-2 apa PLTA Kerinci
>
> membaca berita jambi ekspres 31 maret 2008, berkaitan
> dengan “rencana” pembangunan plta batang merangin,
> (dulu sekitar th 1996 bernama plta merangin-2)
>
> Rencana….pembangunan PLTA….. untuk kita simak
> bersama bahwa PLTA yang akan dibangun di kerinci
> tersebut sudah tiga kali ganti baju (nama) pertama
> kalau tidak salah PLTA Kerinci, kemudian berubah PLTA
> Merangin-2 sekarang PLTA batang merangin.
>
> berdasarkan catatan yang saya miliki plta merangin-2
> dengan kapasitas 340 MW yang akan memerlukan lahan 39
> ha, yg akan digunakan untuk bendung pengatur,
> bendungan pendek, pusat pembangkit dan penambangan
> batu. PLTA akan dikembangkan dengan tipe aliran sungai
> (run Off River). plta merangin tersebut studi ANDAL
> telah dilakukan dan disetujui oleh Komisi AMDAL Dep.
> Pertambangan dan Energi (sekarang Dep. Energi dan
> sumber daya mineral) dengan surat keputusan no.
> 1783/0115/SJ.R/1992 tgl 20 Mei 1992 dan atas dasar
> tersebut sudah pula disusun Rencana Pengelolaan
> Lingkungan (RKL) dengan melibatkan berbagai pihak
> termasuk PT PLN.
> di dalam RKL setebal lebih kurang 80 halaman lengkap
> dengan peta-peta lokasi dan pembangunan. serta
> berbagai kajian sosial ekonomi dari awal sampai
> setelah pembangunan PLTA merangin-2 dimaksud.
>
> Menyimak rencana pembangunan PLTA Batang Merangin oleh
> PT Kerinci Hydro Energi (Bukaka Group. yang saat ini
> masih baru ingin mengajukan ijin lokasi?????? berarti
> masih jalan panjang jalan yang akan ditempuh (seperti
> syair lagu)
>
> Saya melihat dan membaca dari awal pencanangan PLTA
> batang merangin tersebut pemda propinsi dan TK II
> tidak melibatkan PT PLN saat peletakan batu pertama
> oleh gubernur jambi tersiar berita pln tidak
> dilibatkan. yang jadi pertanyaan pembangunan PLTA yang
> besar tersebut listriknya mau dibawa kemana jika tidak
> dijual ke pln sebagai penguasa transmisi yang dijamin
> oleh undang-undang??????????
>
> Bersama kita berdoa semoga saja pembangunan kerinci
> bisa terus maju khususnya pembangunan PLTA Batang
> merangin.
>
> salam buat semua rekan2, mohon maaf sy sudah lama
> tidak berpartisipasi tp saya selalu monitor
> perkembangan milis kita.salam buat wo MM sesepuh kita,
> selamat bergabung (maaf ucapan saya terlambat).
>
> — Denil Zilfia denil.zilfia@… wrote:
>
> > Sumber : http://www.jambiekspres.co.id/
> >
> > PLTA Kerinci Tunggu Izin Lokasi
> >
> >
> >
> > Monday, 31 March 2008
> >
> > Amdal Sudah Rampung
> >
> > SUNGAIPENUH – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
> > Air ( PLTA) Batang
> > Merangin, Kabupaten Kerinci yang berkapasitas 2 x 90
> > mega watt bakal
> > dilanjutkan. Bangunan yang diprediksi bernilai Rp
> > 2,5 triliun itu sempat
> > dikabarkan tidak akan dilanjutkan.
> >
> > Pasalnya, beberapa waktu lalu tidak jelas
> > kegiatannya di lapangan.
> >
> > Kabar bakal dilanjutkanya pembangunan PLTA Batang
> > Merangin itu
> > disampaikan oleh Kasmanto, Manager PT Kerinci Hydro
> > Energi (Bukaka
> > Group), Minggu (30/3) kemarin. Kasmanto menjelaskan,
> > apa yang ditunggu
> > selama ini yakni Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)
> > sudah dikeluarkan
> > dan itu menandakan pembangunanya bisa dilanjutkan.
> >
> > “Selama ini kita memang terkendala pada Amdal untuk
> > melanjutkan
> > pembangunan PLTA. Tapi itu sudah dikeluarkan oleh
> > Pemerintah Provinsi
> > Jambi sehingga pengerjaan PLTA bisa dilanjutkan.
> > Dikeluarkannya Amdal
> > sekaligus juga sudah menepis isu di tengah
> > masyarakat tentang
> > pembangunan PLTA yang katanya tidak akan
> > dilanjutkan,” terang Kasmanto.
> >
> > Amdal yang ditunggu-tunggu itu sebutnya, sudah
> > dikeluarkan Pemerintah
> > Provinsi 24 Pebruari 2008 lalu dan telah pula
> > diserahkan kepada Pemkab
> > Kerinci dalam hal ini ke Bagian Lingkungan Hidup
> > Setda Kerinci.
> >
> > Hanya saja terangnya, untuk melanjutkan pembangunan
> > PLTA itu, terlebih
> > dahulu pihaknya harus mengajukan kembali
> > perpanjangan izin lokasi.
> > Dimana semula sudah direncanakan lahan yang bakal
> > digunakan untuk
> > pembangunan PLTA Batang Merangin itu seluas 21,5
> > hektar. “Untuk izin
> > lokasi itu sudah kita ajukan ke Bupati setelah itu
> > baru bisa lanjutkan
> > pengerjaannya ke lokasi pembangunan PLTA,” ucapnya
> >
> > Sebenarnya urai Kasmanto, dari PT Kerinci Hydro
> > Energi juga telah
> > melakukan survei terhadap lokasi yang akan dijadikan
> > lahan untuk
> > pembangunan PLTA itu. Akan tetapi bagaimanapun juga
> > harus diukur kembali
> > oleh BPN Kerinci agar semuanya klir kembali sebelum
> > dimulai pengerjaann.
> > Ia mengakui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk
> > pengukuran lokasi ini
> > tidak mudah melainkan dibutuhkan waktu yang lama.
> > “Sekarang ini kita
> > hanya menunggu izin lokasi baru mulai dikerjakan
> > lagi,” tutur Kasmanto.
> >
> > Terakhir apa yang terjadi dan berkembang di tengah
> > masyarakat tentang
> > pembangunan PLTA Merangin sangat dipahami terlebih
> > belum dikeluarkannya
> > Amdal. Sehingga baru-baru ini katanya, apa yang
> > dilakukan PT Kerinci
> > Hydro Energi hanya sebatas apa yang bisa dikerjakan
> > terlebih dahulu
> > sepanjang yang dikerjakan itu tidak melanggar aturan
> > dan kesepakatan
> > yang ada.
> >
> > “Selama ini kita sudah jalan dan kerja, bukan
> > berarti kita diam saja dan
> > kita sudah mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan
> > sepanjang semuanya
> > itu tidak menimbulkan persoalan di tengah
> > masyarakat,” cetusnya.
> >
> > Sementara itu untuk diketahui bahwa di lapangn
> > sejauh ini yang diketahui
> > Bukaka Group itu baru saja usai membuka jalan akses
> > menuju pembangunan
> > inti PLTA seperti jalan menuju Muaro Pulau.
> > Sedangkan untuk intinya sama
> > sekali belum disentuh atau dikerjakan lantaran
> > terkendala Amdal. (wdo)
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Tebing Batang Merao Longsor, Rumah Warga Koto
> > Majidin Nyaris Ambruk
> >
> >
> >
> > Monday, 31 March 2008
> >
> > SUNGAIPENUH – Beberapa unit rumah warga di Desa Koto
> > Majidin, Kecamatan
> > Air Hangat, Kabupaten Kerinci, nyaris ambruk ke
> > Sungai Batang Merao.
> > Pasalnya, tebing Sungai Batang Merao yang selama ini
> > sebagai penyangga
> > rumah warga itu, kini sudah mengalami longsor.
> >
> > Kejadian seperti ini sudah terjadi sejak
> > dua pekan terakir.
> > Kala itu hujan setiap harinya di Kerinci sehingga
> > menyebabkan debit
> > Batang Merao naik dan tebing penyangga sungai juga
> > ikut mengalami
> > longsor. Tebing Batang Merao yang mengalami longsor
> > terjadi di RT 02
> > Dusun Di Air, Desa Koto Majidin Mudik.
> >
> > Sebelumnya, beberapa waktu lalu,
> > kejadian yang serupa juga
> > sempat terjadi. Hanya saja lokasinya yang berbeda.
> > Kalau sebelumnya
> > terjadi di bagian mudik tepatnya di belakang rumah
> > H. Sabri Ilyas dan
> > telah mendapat penanganan dari pemerintah terbukti
> > dibuatkannya
> > beronjong penahan, maka longsor tebing kali ini
> > terjadi di bagian
> > hilirnya.
> >
> > Dimana posisi longsor tebing sekarang ini, tidak
> > terlalu jauh dari
> > longsor semula, berjarak beberapa meter saja.
> > Kondisi di lokasi sekarang
> > ini hanya tinggal satu meter lagi jarak antara rumah
> > warga dengan tebing
> > Batang Merao yang longsor terutama rumah Tamrin dan
> > rumah milik Marliana
> > di RT 02 Dusun Di Air, Desa Koto Majidin Mudik.
> >
> > Dengan kondisi tebing Batang Merao yang ada sekarang
> > ini tentu saja
> > membuat pemilik rumah tidak bisa tidur nyenyak.
> > Terutama sekali di musim
> > pengujan lantaran di Kerinci sekarang kerap diguyuri
> > hujan. “Begitu
> > terjadi hujan lebat terlebih terjadinya pada malam
> > hari kami sangat
> > cemas. Kalau-kalau tebing dibelakang rumah bertambah
> > longsor lagi,”
> > ungkap Thamrin, yang posisi rumahnya tepat berada
> > dibelakang tebing
> > Batang Merao yang longsor itu.
> >
> > Seperti kejadian sepekan lalu. Dimana debit Batang
> > Merao kian membesar
> > saat kejadian itu dirinya dan warga sekitar
> > berselang beberapa jam saja
> > melihat ke belakang rumaha yang longsor. Mereka
> > sangat khawatir sekali
> > jika longsor itu terus terjadi bisa jadi rumahnya
> > akan ambruk kedalam
> > sungai.
> >
> > Untuk menghindari agar longsor tidak terlalu parah
> > dan berlarut-larut
> > ketika hujan datang kata Tamrin, dirinya bersama
> > tetangganya juga sudah
> > memberikan lantak dari bambu sebagai penahan
> > sementara.
> >
> > Kecemasan lainnya juga diungkapkan oleh
> > Marliana, yang
> > rumahnya juga bersebelahan dengan rumah Tamrin. Sama
> > seperti warga
> > lainnya yang bermukim di tebing Batang Merao itu
> > kata Marlina, sebelum
> > dibuatkan tembok penahan yang parmanen maka selama
> > itu pula dirinya
> > hidup dalam kecemasan.
> >
> > Disisi lain, warga setempat Fauzan menyebutkan bahwa
> > pemerintah
> === message truncated ===
>

Oleh: kerincinet | 28 Desember 2008

Salah Satu Referensi untuk Pariwisata Kerinci

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, “Edward, Syafron” <edward.syafron@…> wrote:
>
> Rekan milis Kerinci-net,
> Dibawah ini saya forwardkan sebuah wawancara dengan pak I Gede Ardika
> (Perancang Visit Indonesia Year 1991). Saya kira bisa dijadikan salah
> satu referensi untuk mengembangkan Pariwisata Kerinci
> edo
>
> I Gede Ardika: Pariwisata Kita Masih Salah Kaprah
> Minggu, 2 Maret 2008 | 01:22 WIB
> Pemerintah Indonesia mencanangkan tahun 2008 sebagai tahun kunjungan
> wisata. Sebutan “kerennya” Visit Indonesia Year 2008. Melalui program
> ini, pemerintah memasang target mendatangkan wisatawan asing 7 juta
> orang atau 1,5 juta lebih banyak dibandingkan turis asing yang
> berkunjung sepanjang tahun 2007.
> Sayangnya, program ini gaungnya belum terdengar- setidaknya hingga Maret
> ini. Bagaimana rancangan tahun kunjungan wisata itu belum diketahui
> secara luas. Bahkan, tanda-tanda bahwa tahun ini adalah tahun kunjungan
> wisata baru terlihat pada baliho besar di Bundaran Hotel Indonesia,
> spanduk-spanduk di beberapa tempat, dan tempelan tulisan pada badan
> pesawat.
> Fasilitas di bandara-bandara tidak dibenahi. Taksi di Bandara
> Soekarno-Hatta tetap saja semrawut. Toilet masih kotor dan baunya
> semriwing-semriwing.
> Sebenarnya, bukan pertama kali Indonesia membuat program tahun kunjungan
> wisata. Tujuh belas tahun lalu, kita pernah membuat Visit Indonesia Year
> 1991 yang dianggap cukup sukses. Salah seorang yang ada di belakang
> program tersebut adalah I Gede Ardika, mantan Menteri Negara Kebudayaan
> dan Pariwisata pada pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati
> Soekarnoputri. Ketika persiapan Visit Indonesia Year 1991 dilakukan,
> Ardika masih menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan Ditjen
> Pariwisata.
> Dalam wawancaranya dengan Kompas, Rabu (27/2) di Bandung, Ardika
> menuturkan pengalamannya ketika menyiapkan Visit Indonesia Year 1991.
> Dia juga memaparkan sejumlah persoalan yang membelit dunia
> kepariwisataan Indonesia.
> Bagaimana prospek Visit Indonesia Year 2008?
> Saya tidak mengikuti secara detail sejak awal bagaimana program itu
> dirancang, apa yang jadi fokus. Saya tidak bisa memberi komentar. Tapi
> sebagai satu langkah itu baik-baik saja.
> Tapi Anda tahu kan tahun 2008 ini dicanangkan sebagai tahun kunjungan
> wisata?
> Ya, saya tahu dari teman-teman saya.
> Anda pernah dimintai pendapat mengenai hal ini oleh pemerintah sekarang?
> Tidak pernah.
> Bagaimana sebaiknya sebuah tahun kunjungan wisata dirancang?
> Saya hanya bisa memberikan pengalaman waktu kami menyiapkan Visit
> Indonesia Year 1991. Pertama-tama, kami menetapkan sasaran internal dan
> eksternal. Sasaran internal adalah mengajak masyarakat luas berperan
> serta dalam kepariwisataan. Jadi, Visit Indonesia Year harus menjadi
> acara bersama, pesta bersama. Ini bukan acara departemen. Sasaran
> ekternal adalah membangun citra Indonesia dengan mengedepankan
> produk-produk pariwisata yang kita fokuskan.
> Pada Visit Indonesia Year 1991, kami membagi kegiatan menjadi tiga,
> yakni core event atau acara puncak, major event yakni acara khusus yang
> diselenggarakan di provinsi-provinsi, dan supporting event yakni acara
> pada tingkat kabupaten. Core event ketika itu adalah Festival Istiqlal.
> Melalui acara itu kita ingin memperkenalkan Indonesia sebagai negara
> Muslim terbesar.
> Anda merasa program itu berhasil?
> Menurut saya ya. Setidaknya gaungnya terdengar di tengah masyarakat.
> Apa saja kesulitan yang Anda hadapi ketika itu?
> Untuk menggaungkan program ini di tingkat internal saja perlu persiapan
> dua tahun, yakni tahun 1989 hingga 1991. Kami harus siapkan logonya dan
> bagaimana itu dipasang. Kami harus mengoordinasi semua pihak yang
> terlibat.
> Berapa jumlah wisatawan asing yang Anda targetkan datang?
> >kern 401m<>h 9737m,0<>w 9737m<Oh, itu tidak perlu. Target seperti itu
> sudah ditetapkan dalam perencanaan lima tahunan. Kalau sasarannya jumlah
> wisatawan, bisa repot. Bagaimana kalau tiba-tiba banyak turis yang
> datang, sementara angkutan tidak ada, infrastruktur tidak ada. Itu jadi
> bumerang. Yang kita ingin hitung adalah seberapa besar kemampuan kita
> ketika itu, bagaimana infrastruktur, transportasi, pengadaan SDM,
> pengadaan fasilitas. Target Visit Indonesia Year itu seharusnya jangka
> panjang dan diikuti dengan year-year yang lain.
> “Striptease”
> Sebelum menjadi menteri, Ardika telah berkecimpung di bidang pariwisata
> sejak tahun 1960-an. Dia juga bergabung dengan berbagai organisasi
> kepariwisataan lokal dan internasional. Dengan pengalaman itu, Ardika
> mencoba meletakkan dasar-dasar kepariwisataan kita, terutama yang
> berkaitan dengan prinsip, etika, dan konsep. Dia mengakui, dasar-dasar
> yang dia letakkan itu belum dijalankan sepenuhnya sehingga
> kepariwisataan Indonesia seolah berjalan tanpa arah.
> Bagaimana seharusnya kepariwisataan itu dikelola?
> Dulu, sebagian orang menyamaratakan kepariwisataan dengan 3S, yakni Sea,
> Sun, Sand. Kemudian, ditambah S keempat, yakni Sex. Pada tahun 1960-an
> dan 1970-an, kita mencoba meluruskan persepsi itu.
> Pada tahun 1980, kita memperlakukan kepariwisataan semata-mata sebagai
> industri dan kegiatan ekonomi. Kemudian kepariwisataan dipersempit lagi
> menjadi alat penghasil devisa. Karena orientasinya semata-mata
> keuntungan ekonomi, investor selalu diberi prioritas. Akhirnya,
> masyarakat hanya jadi penonton. Tahun 1990, warga Bali sudah
> mempertanyakan apakah pariwisata untuk Bali atau Bali untuk pariwisata.
> Apa yang Anda lakukan untuk mengubah itu?
> Kami mencoba meletakkan falsafah dan nilai-nilai dasar kepariwisataan
> kita. Kepariwisataan itu harus berbasis masyarakat, budaya, dan harus
> berkelanjutan. Gagasan ini lahir tahun 1991-1992 ketika saya mengkaji
> ulang rencana induk kepariwisataan Bali.
> (Saat itu, Ardika menjabat Kepala Kantor Wilayah X Bali Departemen
> Pariwisata Pos dan Telekomunikasi).
> Apa saja falsafah dan nilai dasar yang Anda maksud?
> Nilai dasar kepariwisataan itu adalah kehidupan yang berkeseimbangan
> dengan Tuhan, dengan antarsesama manusia, dan dengan lingkungan. Karena
> itu, kepariwisataan harus menjunjung nilai-nilai agama sehingga
> prostitusi, judi, narkotika tidak bisa masuk. Berkaitan dengan hubungan
> antarsesama manusia, kepariwisataan harus bisa membangun persahabatan
> dan perdamaian dunia. Berwisata harus dianggap sebagai hak dasar
> manusia. Dari sini, muncul hak-hak dasar lainnya seperti kepariwisataan
> harus egaliter; equal; dan tidak diskriminatif terhadap suku, agama, dan
> warna kulit. Berkaitan dengan alam, kita harus menjaga lingkungan. Inti
> dari ketiga falsafah itu adalah pengendalian diri dalam mengambil
> manfaat dari kepariwisataan.
> Falsafah sudah ditemukan dan disebarkan. Tapi kenapa wajah
> kepariwisataan kita hingga sekarang belum banyak berubah. Kegiatan
> pariwisata masih merusak lingkungan, hubungan sosial dan budaya
> setempat? Di Bali, misalnya, pembangunan vila dan hotel merusak sistem
> subak.
> Itu efek dari sistem pertumbuhan yang menjadi orientasi kepariwisataan
> kita dulu. Saya selalu mengatakan, seharusnya sistem kepariwisataan
> menerapkan konsep pembangunan yang merata, setelah itu baru kita kejar
> pertumbuhan. Kita sudah punya prinsip dasar, tapi arahnya yang belum
> ditentukan. Kalau hanya untuk mencari devisa, prinsip atau falsafah tadi
> akan kalah. Padahal, jika tanpa arah yang jelas, kegiatan pariwisata
> bisa merusak.
> Selain arah yang jelas, apa lagi yang dibutuhkan?
> Dulu, kami mengubah pendekatan kepariwisataan dari trickle down effect
> jadi direct participation. Kami selalu melibatkan tokoh masyarakat, LSM,
> akademisi, unsur usaha pariwisata, pemda setempat dalam proses ini.
> Pemda jadi bagian pelengkap bukan sebagai komandan dan keputusan diambil
> bersama. Kami dorong pengembangan komunitas dan partisipasi dari atas ke
> bawah. Ketika itu saya baru membuat pilot project. Saya sadar yang
> pertama harus diubah itu kultur dulu, yakni cara pandang dulu.
> Apa pilot project itu ada bekasnya sekarang?
> Banyak. Di Jawa ada pilot project yang berhasil seperti di Desa Tanjung,
> Sleman. Desa itu menjadi leader desa-desa sekitarnya yang menyatakan
> diri sebagai desa pariwisata.
> Anda merasa pelaku usaha tidak peduli dengan prinsip dasar yang Anda
> kembangkan?
> Saya lihat ada sebagian pelaku pariwisata termasuk di Bali yang masih
> berorientasi mencari keuntungan semata.
> Di tingkat praktis, problem kepariwisataan kita apa saja?
> Kita masih bingung menetapkan prioritas dan fokus. Kita terlalu kaya
> sehingga ingin semuanya ditawarkan sekaligus. Dulu, saya menggunakan
> strategi penari striptease. Penari ini kan datang dengan pakaian
> lengkap, lalu sedikit demi sedikit pakaian dia buka. Nah, di setiap
> tahap ini selalu ada excitement, selalu ada hal baru. Kalau kita bisa
> merancang seperti itu, dalam 50 tahun, we still have a new product.
> Problem lainnya?
> Kita lemah dalam mengidentifikasi keunikan apa yang bisa dijadikan
> unggulan. Kita sering menilai apa yang unik menurut kacamata kita, bukan
> tamu kita. Kita lemah dalam memberikan penjelasan yang menarik mengenai
> keunikan yang kita miliki. Kalau kita pintar menjelaskan, seonggok batu
> pun bisa menarik bagi wisatawan.
> Di Finlandia, badan pariwisata membuat survei secara detail mengenai
> segmen-segmen wisatawan yang datang ke sana. Mereka tahu profil-profil
> wisatawan. Mereka dari kalangan mana, punya uang berapa, kebutuhannya
> apa saja. Apa kita melakukan hal yang sama?
> Kita sudah mulai, tapi belum merata dan detail. Kita hanya tahu secara
> global bahwa wisatawan asal Perancis suka budaya, Jerman suka alam.
>
>
> Edo Syafron
> Exploration Geologist
> BP Indonesia

Oleh: kerincinet | 24 Desember 2008

PENDIDIKAN di Kerinci

Pendidikan dasar, menengah dan tinggi sangat memerlukan perhatian di Kerinci saat ini. Salah satu faktor merosotnya moral dan SDM, adalah kurangnya perhatian terhadap bidang yang satu ini.

Suara-suara dan perhatian thd. hal ini juga pernah dilontarkan di Kerinci-net. Berikut ini petikannya :

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Akmal <akmaluddin@…> wrote:
>
> Bung Jelpa,
>
> Kalau melihat diskusi di milis ini, masalah PENDIDIKAN Kerinci sudah sering
> kita “UTA”kan….
> Dan hasil diskusi kito dulu :
> – Pembangunan Kerinci di bidang SDM/pendidikan SAMA HANCURnya dengan
> pembangunan fisik/infrastruktur
>
> Dari diskusi di milis ini juga terlihat pemimpin kito tidak punya arah yang
> jelas untuk memajukan pendidikan di ranoh kincai
>
> Soal biaya di PT……, hampir semua Perguruan Tinggi memberikan beasiswa
> untuk mahasiswa yang tidak mampu, jadi alasan gak kuliah karena Ekonomi
> Lemah itu sih cuma alasan tuk *orang pemalas belajar…..*
> Yang penting bagaimana menembus PT tersebut…… lah kalo di SMA aja otak
> dah O’on ya jangan harap dech…..
>
> Yang saya lihat, uhang kito (adik2 kito) di kincai KURANG MOTIVASI untuk
> belajar….. soal ilmu bisa dicari, tidak mesti di dapat di bangku
> sekolah….. kata kunci yaitu MEMBACA….. Nah untuk mendorong motivasi
> adik2 ya *kayo2 mahasiswa*lah yang bisa terjun ke masyarakat……. Apalagi
> bung jelpa kuliah di psikologi nah…. kan klop tak yah…..
>
> Salam
> Akmal
>
>
> On 2/28/08, Jelpa Periantalo jelpa_periantalo@… wrote:
> >
> > Kalau melihat isi dari pembicaraan tentang pembangunan Kerinci di millist
> > ini. Sebagian besar mengacu kepada pembangunan fisik/infrastruktur.
> > Pembangunan fisik itu sangat penting. Namun, pembangunan sumber daya manusia
> > adalah hal yang paling penting. Kalau manusianya sudah berkualitas, dengan
> > sendirinya dia akan membangun negerinya.
> >
> > Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membangun SDM Kerinci, seperti
> > yang dilakukan dilakukan oleh salah seorang anggota DPR RI
> >
> > Menjelang SPMB 2007, salah seorang anggota DPR RI melaksanakan pesantren
> > kilat SPMB di Bogor. Peserta kegiatan ini adalah anak yang berasal dari
> > keluarga tidak mampu, memiliki kemampuan akademik yang memadai, dan
> > mempunyai keinginan untuk kuliah. Sebelum masuk pesantren, mereka diseleksi
> > secara akademik. Semua biaya selama pesantren dan proses SPMB sepenuhnya
> > ditanggung oleh sponsor.
> >
> > Alhamdulillah sekitar 40 % dr pesertanya masuk PTN, termasuk UI.
> >
> > Bayangkan kegiatan ini dilaksanakan di Kerinci
> > Ada banyak anak Kerinci yang berkualitas yang bisa kita selamatkan
> > Dikit demi sedikit, kita ikut mempersiapkan putra/i Kerinci yang
> > berkualitas di masa yang akan datang
> >
> > Kalau dia sudah masuk PTN, menurut saya masalah financial bisa diatasi.
> > Misalnya di kampus saya (UI), Pemda Prop. Memberi beasiswa 3,5 juta/tahun.
> > Kita juga sering dapat beasiswa dari universitas, seperti : PPA 2,4
> > juta/tahun. UI juga menyediakan kerja paruh waktu bagi mahasiswa, seperti di
> > kampus saya (Psikologi) mahasiswa bisa bekerja di perpustakaan dengan gaji 6
> > ribu/jam. Bagi yang bisa mengajar, mereka bisa mendapat 200rb/bulan.
> > Ditambah lagi, ikut proyek-proyek dosen. UI bahkan telah meniru negara maju,
> > seperti : Malaysia, bagi mahasiswa yg tidak mampu, UI memberikan pinjaman
> > biaya (akomodasi, kuliah, TA, dll) selama kuliah, pembayaran nanti kalau
> > sudah bekerja.
> >
> >
> > Salam,
> > Jelpa

Oleh: kerincinet | 24 Desember 2008

Perbaikan Jalan Kerinci-Jambi

Berbicara masalah sarana jalan di Kerinci tak akan ada habis-habisnya. Apalagi selama 10 tahun belakangan ini. Hal ini sungguh sangat menyesakkan bagi masyarakat Kincai, karena dari tahun ke tahun infrastruktur yang satu ini selalu (kelihatannya) diabaikan oleh oknum penguasa. Kalaupun ada perbaikan, itu hanya proyek-proyekan.

Di Kerinci-net, berbagai pendapat dan keluhan tentang ini sdh seringkali dibicarakan (spt. kutipan di bawah).

Semoga ke depan, Kerinci bisa menjadi lebih baik daripada yang lalu.
— In Kerinci-net@yahoogroups.com, “Edward, Syafron” <edward.syafron@…> wrote:
>
> Rekan-rekan,
>
> Berdasarkan pengamatan saya waktu pulang ke Kerinci lewat darat Awal
> Januari lalu
> sebenarnya yang keadaannya Parah di Jalan Provinsi Bangko-kerinci itu
> ada di daerah Kabupaten Merangin, yaitu antara Perentak dan Sungai
> Manau, kondisi jalannya berlubang sampai diameter lebih dari 10 meter,
> sehingga mobil Kijang saja susah untuk melewatinya.
>
> sementara di ruas Muara Imat sampai Sanggaran Agung, sebenarnya kondisi
> jalannya cukup lumayan, malah bisa digolongkan bagus cuma memang
> jalannya sangat sempit ditambah lagi dengan rumput ilalang yang menutupi
> setengah dari badan jalan sehingga jalan hanya muat untuk satu mobil,
> kalau ketemu dengan mobil lain, salah satu harus mengalah dengan cara
> menerobos ilalang.
>
> Jadi kalau menurut saya, isyunya adalah:
> 1. Jalan yang jelek berada dalam Kabupaten merangin tapi merupakan akses
> utama menuju Kerinci sementara tidak terlalu penting bagi Merangin. jadi
> mungkin memang sudah tepat sasaran kalau ususlannya harus ke tingkat
> provinsi dan tentunya dengan pushing yang kuat dari Pemda Kabupaten.
>
> 2. Untuk Ruas yang berada dikabupaten Kerinci, isyu utamanya adalah
> terlalu sempit, dengan keadaan alam yang mengerikan karena jurang yang
> dalam dan belokan yang tajam, jalan tersebut sangat tidak pantas dan
> mengerikan jadi harus diperlebar kemudian pemeliharaan terutama
> pemotongan rumput dikiri kanan jalan juga harus rutin supaya badan jalan
> yang ada bisa dioptimalkan dan yang jelas mobil wisatawan yang masuk ke
> Kerinci tidak baret catnya…pengalaman kemarin kita harus extra
> hati-hati karena kalau tidak bisa baret-baret tuh mobil….
>
> Justru yang hancur lebur itu adalah ruas jalan antara kampung saya
> dengan kampung Bung Akmal….dan ini juga penting tentunya…hehehehee
> Egois dikit boleh dong…!!
>
> salam
> edo
>
> ________________________________
>
> From: Kerinci-net@yahoogroups.com [mailto:Kerinci-net@yahoogroups.com]
> On Behalf Of hafiz SDeq
> Sent: Wednesday, February 27, 2008 12:30 PM
> To: Kerinci-net@yahoogroups.com
> Subject: Re: Balasan: Re: [Kerinci-net] Kerinci dalam berita (Jalan)

>
> SEPATU (Sepakat dan setuju) dengan bang akmal…
> coba aja kita pulang kerinci dari Jawa lewat jalan
> darat, dari Jawa sampai Bangko aman-aman aja (perut
> masih nyaman)..dari Bangko ke Kerinci????
> wahhh…semuanya bisa berubah.
> Mamak2, Abang2 galo…., ada apa dengan pemerintahan
> kincai? mungkin bisa dikatakan dalam 10 tahun terakhir
> ini gak banyak yang berubah, kondisi jalan terutama.
> atau memang PAD kita terlalu kecil untuk membangun?
> atau Eksekutif dan Legistalif kita gak terlalu peduli
> dengan pembangunan????

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Akmal <akmaluddin@…> wrote:
>
> Saya mohon maaf jika gaya bahasa dan tutur saya mungkin kurang “ILOK” bagi
> sebagian anggota milis ini terutama kayo-kayo yang sopan dalam bertutur kata
> di milis, walo kurang sopan tapi saya ramah lho…. tapi bukan ramah dalam
> arti *ra*jin menja*mah* lho🙂 hehee (maaf bercanda lagi…. serius amat!!)
> ………………………………….

> Kembali ke Jalan yg Lurus… eh maksudnya Jalan Kerinci
> Ketika saya melewati sebuah daerah di Jogja yang cukup terkenal dengan
> NDESOnya dan sangat tandus serta terkenal dengan Kekeringan abadinya yaitu
> Gunung Kidul, sebuah kabupetan “terbelakang” dengan kondisi Jalan “terbaik”
> sak Indonesia saya kira. Jalan-jalan di kab ini sangat bagus dengan kualitas
> aspal kayak jalan tol, bahkan jalan-jalan penghubung antar desa juga sudah
> diaspal polmik. Jika kita dari Pacitan atau Klaten menuju Jogja via
> Gunungkidul (Wonosari) maka akan terlihat sekali perbedaan suatu kabupaten
> yaitu jalan, dimana kondisi jalan sebelum kab tersebut sangat berbeda sekali
> (persis kayak perbedaan jalan perbatasan Solok-Kerinci).
> Lah hubungan dengan kerinci apa…….??? setiap saya lewat jalan tersebut,
> ntah kenapa kok saya ingat Kerinci yah…. yaitu INGAT JALANYA YANG SLALU
> RUSAK, dalam hati saya kapan KAMPUNG HALAMANKU bisa mempunyai Jalan sebagus
> ini….????? atau selamanya selalu akan menjadi MIMPI…..???
>
> Seperti yang sudah saya sampaikan di email2 sebelumnya. Ketika saya mulai
> keluar dari TEMPURUNG KERINCI (baca: merantau) sekitar tahun 1995, yang saya
> rasakan alangkah jauh dan beratnya keluar dari kampung yang namanya Kincai
> menuju tanah Jawa yang waktu itu pikiran saya jauh nian diseberang
> sana…….. bagiamana tidak berat baru keluar dari gerbang kincai (Muara
> Imat) rasa mual dan muntah sudah tidak tertahan lagi (mabok darat) ditambah
> lagi badan ini rasanya remuk redam dech…….
> Bagaimana sekarang…..????? GAK ADA BEDANYA Choooy…. (bahasa gaulnya anak
> sekarang)
> Paling gak itulah yang saya rasakan ketika pulang kampung tercinta ranoh
> kincai tahun lalu 2007, supir Travel Safa Marwa yang saya tumpangi melaju
> mobilnya bak orang kesetanan gak tau kalau kami yang duduk dibelakang terasa
> di kocok2 dalam toples….. cuma satu keinginan orang di dalam
> mobil*PERCEPATLAH PENDERITAAN KAMI INI..
> *. karena tau isi hati penumpangnya wajar kalo supir membawa kencang
> mobilnya, karena tidak bisa menyalahkan mobil ya terpaksa JALAN lah yang
> jadi biang keladinya, namun karena jalan cuma benda mati ya SI PEMBUAT JALAN
> dan yang BERTANGGUNGJWAB dgn jalanlah yang menjadi “*umpatan dan caci maki*”
> saya (cuma dalam hati lho….). Sedih rasanya, selama 10 tahun lebih
> ternyata jalan yang saya lewati dari Jambi ke Kerinci tidak ada bedanya…
> SAMO BAE alias SAMI MAWON…….
>
> Aahh…. cukuplah ngomong jalan yang gak pernah RANCAK, daripada ngomong
> JALAN yang bikin sakit hati mending kita ngomong JALAN2 yang bikin hidup
> terasa hidup…..
> Hayyoo… kalo mau jalan2 datanglah ke kota Jogja, dengan naik bis
> TransJogja anda sudah bisa menikmati kenyamanan kota jogja…… tapi bagi
> anda yang suka tantangan seperti* off road* sepertinya* Kerinci pilihan yang
> TEPAT….*
>
> Wassalam
> Akmal

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, mairizal meirad <mairizal_meirad@…> wrote:
>
> Wuah… wuah, huebat juga PDIP, mudah-mudah Parpol lain mempunyai keberanian yang sama.
>
> Mengingat Kabupaten Kerinci memegang falsafah “Adat bersandi syarak syarak bersandi kitabullah, maka kemungkinan HIV dan Aids atau penyakit kelamin lainnya relatif kecil, tapi jangan diabaikan tindakan-tindakan prefentif atau antisipasi sangat diperlukan.
> Perkembangan tekhnologi informasi via TV , HP dsbnya sudah masuk Kerinci, maka tidak bisa dimungkiri kalau tidak diantisipasi nanti akan ada HIV atau Aids yang menakutkan itu. Sekarang saja Narkoba sudah menjalar ke Kerinci.
>
> Lapangan Terbang Depati Parbo silakan jalan terus sepanjang memberi manfaat kepada masyarakat banyak. Untuk sementara saya no comment lah tentang itu, karena saya belum melihat feasibility study proyek.
> Salam
> MM
>
— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Akmal <akmaluddin@…> wrote:
>
> Saya tersenyum bercampur MUAK dengan berita tentang JALAN,
>
> Tersenyum, karena saya takut yang digembor PDIP tak ubahnya TONG KOSONG
> NYARING BUNYINYA…….
> Lah selama ini kemana bung…..????
> Kenapa selama ini cuma diam…???? bukankah masalah jalan itu bukan
> hanya *setiap
> tahun* tapi sudah *PULUHAN TAHUN…….*
> JANJI GUBERNUR & BUPATI mau di
> Ditagih…..???? bukankah INGKAR JANJI bagi mereka itu wajar….???
> Truss, partai politik yang mendukung Gubernur yaitu PAN kemana……?????
> jangan2 sudah menikmati uang “JALAN” hehe…..
>
> MUAK, selaku putra daerah cuma satu yang saya idam-idamkan dari kerinci
> yaitu JALAN YANG BAGUS tapi kenyataannya jalan kerinci slalu hancur dan
> hancur……. di milis ini juga kita sudah berbusa-busa ngomong soal jalan
> kerinci namun hasilnya NIHIL….. kembali lagi TONG KOSONG NYARING
> BUNYINYA……
>
> Uhang kincai walau “BAGAK-BAGAK” tapi penurut dan patuh pada pemimpinnya.
> Walau jalan hancur dan rusak puluhan tahun, jarang bahkan tidak pernah
> mereka BERDEMO untuk segera memperbaiki jalan, coba bandingkan dengan daerah
> lain mungkin sudah didemo tuh kantor bupati, atau jangan2 karena uhang
> kincai yanga ada di Kincai GAK PERNAH LIHAT JALAN
> BAGUS karena KETERISOLIRAN mereka ya wajarlah manut aja…….
>
> Wo Mai, kamai menggantungkan harapan yang besar ka
> kayo…… karena dari sekian anggota milis kayo yang kamai pandang
> mempunyai akses ke pejabat cuma kayo. Itupun kalo kayo mau mendengarkan
> salah satu ASPIRASI dari UHANG KINCAI….
>
> Wassalam
> Akmal
>
> On 2/25/08, Denil Zilfia denil.zilfia@… wrote:
> >
> > Ini dia….dibuang jangan, dan sayang kalau terlewatkan.
> >
> > Selamat membaca ….
> >
> >
> >
> > Sumber : http://www.jambiekspres.co.id/
> >
> >
> >
> >
> >
> > *PDIP Tagih Janji Gubernur, Perbaikan Jalan Kerinci-Jambi *
> >
> >
> >
> > Monday, 25 February 2008
> >
> > *SUNGAIPENUH *- Desakkan untuk memperbaiki ruas jalan Kerinci-Jambi
> > melalui Kabupaten Merangin terus disuarakan. Kali ini desakan untuk segera
> > memperbaiki jalan tersebut disuarakan oleh Partai Demokrasi Indonesia
> > Perjuangan (PDIP) Kerinci. Apalagi Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin sudah
> > berulang kali menjanjikan perbaikan ruas jalan Kerinci-Bangko untuk segera
> > merealisasikan.
> >
> > Hal ini terungkap saat dilangsungkannya ulang tahun PDIP ke 35 di Gedung
> > Empat Jenis Minggu (24/2) kemarin.
> >
> > Seperti dikatakan Ketua DPC PDIP Kerinci, Edison, perbaikan jalan Provinsi
> > Jambi di Kerinci merupakan hal yang mendesak yang sudah dijanjikan Gubernur
> > Jambi. Namun sampai sekarang fakta di lapangan kondisi jalan provinsi di
> > Kerinci sangat buruk.
> >
> > Menurut Edison, pihaknya turut memperjuangkan jalan provinsi itu merupakan
> > sebuah bentuk kepedulian dari PDIP dalam membangun Provinsi Jambi.
> > ”Bayangkan, sampai sekarang janji Gubernur itu belum terealisasikan,”
> > kata Edison yang didengarkan oleh ratusan kader dan simpatisan PDIP,
> > kemarin.
> >
> > Kepada fraksi PDIP DPRD Provinsi Jambi ucapnya, PDIP Kerinci meminta agar
> > hal tersebut dapat disampaikan kepada Gubenur Jambi. ”Kita minta fraksi
> > PDIP di DPRD Provinsi Jambi memperjuangkan hal ini, agar perbaikan jalan
> > Kerinci-Jambi dapat diprioritaskan pengerjaannya,” ungkapnya.
> >
> > Disamping masalah jalan, banyak hal lain yang dijanjikan Pemerintah
> > Provinsi Jambi untuk membangun Kerinci.
> >
> > Dirinya juga mengakui, dari tahun ke tahun persoalan yang muncul adalah
> > keluhan masyarakat terhadap jalan provinsi yang rusak parah. Dikhawatirkan
> > urainya, lantaran Gubernur tidak lama lagi masa jabatannya akan berakhir,
> > maka pengerjaan jalan Provinsi di Kerinci tidak diselesaikan. ”Yang kita
> > khawatirkan itu ketika masa jabatan Gubernur habis, justru hal ini tidak
> > diselesaikan,” tambahnya.
> >
> > Ketua DPC PDIP Edison juga mengakui, pihaknya telah mendengar tentang
> > adanya program multi years untuk membangun dan menperbaiki jalan provinsi di
> > Kerinci-Jambi. Oleh karenanya sebagai PDIP mendesak pemerintah provinsi
> > sesegera mungkin memulai pengerjaan jalan provinsi yang ada di Kerinci ini.
> >
> > Sebaliknya Suwarno Soerinta Ketua Dewan Penasehat PDIP Provinsi Janbi juga
> > mengajak kepada seluruh ketua dan fraksi PDIP DPRD Provinsi Jambi untuk
> > turut membantu menyuarakan keinginan masyarakat terutama masalah jalan. Jika
> > ditemukan pekerjaan proyek provinsi yang asal jadi silahkan laporkan ke
> > Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ).
> >
> > Ia juga mengakui bahwa tahun ini sudah dianggarkan dana untuk perbaikan
> > jalan Provinsi di Kerinci sebanyak Rp 97 miliar. Untuk itu kepada masyarakat
> > diharapkan sama-sama melaksanakan pemantauan agar apa yang diharapkan dapat
> > tercapai. ”Masyarakat juga diminta peran aktifnya memantau perbaikan jalan
> > provinsi yang sudah dianggarkan itu. Bila ada pekerjaan yang asal jadi
> > jangan ragu laporkan ke KPK,” tambah Suwarno Soerinta.
> >
> > Untuk diketahui jalan provinsi yang ada di Kerinci kondisinya memang
> > sangat parah. Tidak jarang kendaraan yang melintasinya apa lagi yang membawa
> > beban berat terpaksa harus ekstra hati-hati melintasi jalan ini. Seperti
> > kejadian beberapa pekan terakhir ini, satu unit mobil truk berisikan pasir
> > nyaris terjungkir ketika melintasi jalan provinsi di daerah perbatasan Desa
> > Sanggaran Aggung dan Desa Pendung Talang Genting Kecamatan Danau Kerinci.
> > Kendaraan tersebut terperangkap di dalam lubang besar yang menganga,
> > sehingga harus ditarik dengan kendaraan untuk bisa keluar dari lubang di
> > badan jalan Provinsi. *(wdo)*

Oleh: kerincinet | 24 Desember 2008

Pemekaran Kabupaten Kerinci dan Suara Masyarakat

Berikut ini adalah petikan diskusi tentang Pemekaran Kabupaten Kerinci yg berlangsung sekitar awal tahun 2008.

 — In Kerinci-net@yahoogroups.com, elane aderayazi <elane_28@…> wrote:
>
> Assalamualaikum…..
> bagi saya pribadi, kerinci dimekarkan apa tidak itu tidak ada masalah..
> yang jadi permasalahannya..
> berkembang atau tidaknya perekonomian masyarakat kerinci itulah yang jadi permasalahan utama…
> jadi tidak perlulah kita bahas sagala sesuatu yang berhubungan dengan politik….
> yang diperlukan sekarang adalah bagaimana caranya kita melalui forum ini dapat menciptakan langkah konkrit untuk kemajuan masyarakat kita…..
>
> jangan pernah kita mengharapkan pemerintah lah……
> gak ada itu,,,
>
> nyo cuma nalak jabatan bae tu… idak do miki rakyat….
>
>
>
>
— In Kerinci-net@yahoogroups.com, Musnardi Moenir <non_lahar@…> wrote:
>
> Sungai Penuh menjadi Kota?
> Dijamin yang tinggal di kota sungai penuh bakal sengsara…
> Soalnya sungai penuh tidak punya apa-apa…
> Komoditi nya apa ? Pendapatan  kota dari mana ?
> Biasanya sebagai pusat perbelanjaan, Saat ini sungai penuh tidak sebagai pusat perbelanjaan.
> pada setiap ibu kota kecamatan sudah banyak toko yang di pasok lansung oleh grosir (mobil Kanvas/agen barang)
> mulai dari bahan bangunan hinggga kebutuhan harian, sandang maupun pangan,
> artinya barang di kota sama harganya di desa…. hukum ekonomi akan berlaku.
> di kota sungai penuh hanya ada  induk  yang jual sayur dan kuli angkut.
> bangeo ….
>
> salam
>
> Musnardi Moenir

>
— In Kerinci-net@yahoogroups.com, hans achong <hans_achong_tt@…> wrote:
>
> Saya sependapat dengan teman-teman. Saya betul-betul setuju untuk tidak usah ada pemekaran Kerinci, Sekarang kalo memang sudah final itu dari DPR, kita hanya bisa gigit jari, (tapi jangan keras-keras, ntar malah putus). Saya kok sangat Optimis sekali, bahwa pemekaran ini tidak lebih hanya untuk ajang berbagi kekuasaan. Dan yang lebih penting. KALO EMANG PEMEKARAN TETAP DILAKSANAKAN,,,,,, MAKA TINGGAL MENGHITUNG HARI. BAHWA DI KERINCI BAKALAN ADA PERANG BADAR (Perang Besaar) KARENA TIAP DAERAH BAKALAN MEMPEREBUTKAN JATAH SEBAGAI IBU KOTA KABUPATEN. Sementara sekarang saja, Kerinci termasuk daerah yang APBDnya sering bermasalah, alias penggunaannya sangat sering salah sasaran.
> Ada komenta gak teman-teman LSM di KINCAI. LSM akan Pro mana ??????? Pro Duit atau Pro Pejabat, atau Pro,,,,blema Kincai. Kincai ku sayang,,,, Kincai ku malang,,,,,,
>
> Akmal akmaluddin@… wrote:
> Yak tulllll…llull…….
> Mohon maaf kalau kamai sejak dulu gak setuju dengan pemekaran Kerinci
> Oooalah….. satu kabupaten aja Pembangunannya gak jelas juntrungnya apalagi 1 kab dan 1 kota….. capekk decch….
> Apa sih yang diandalkan Kab Kerinci dan Kota Sungai Penuh…….
> Sei Penuh tidak-lah begitu besar, dan pembangunannya juga gak bagus2 amat……
>
> Kalo jadi 2 berarti ada kota sungai penuh dan ada Kab. kerinci yang tentunya butuh ibukota kab…… kira2 pusat pemerintahan kab. kerinci akan pindah kemana??? atau masih di sei. penuh…….???? dan tentunya nanti akan ada Walikota dan Bupati serta aparat dan keparatnya.
>
> Harapannya saya, momen pemekaran ini bukan hanya dipandang sebagai LAHAN PROYEK BARU……
> Semoga kerinci tidak tambah MISKIN dan NDESO……..
>
> Salam
> Akmal
>
>
>
>
> 2008/2/11 Edward, Syafron edward.syafron@…:
>
> Wah ternyata pemekaran kelihatanya bakal jadi juga..
> Saya sendiri sih masih termasuk golongan yang tidak melihat urgensi pemekaran di Kabupaten Kerinci..
> apalagi kalau ada yang baca Kompas kemarin mengenai evaluasi daerah pemekaran…
> Yang “berkembang” hanya gedung-gedungnya saja, karena sudah pasti perlu Gedung Bupati baru, Rumah Bupati Baru, Rumah Wabup baru dll…
> tapi dari segi kesejahteraan masyarakat, tidak terjadi kemajuan….
>
> dan kalau kita lihat Kerinci, daerah yang sekecil itu dengan PAD yang kecil, sekarang mau dijadikan 2 Kabupaten, berarti jelas PAD dibagi 2 tapi Jumlah Instansi dan Pegawainya jadi Dua kali lipat, Pembangunan prasarananya pun dua kali lipat, jadi APBDnya bisa jadi dua kali lipat…., artinya memang dengan menjadi 2 kabupaten berarti menambah daftar Kabupaten yang mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat alias “Pengemis”…..
>
> terlepas dari itu semua, semoga apa yang terjadi adalah yang terbaik untuk Kerinci..
>
> salam
> edo
>
>
> ———————————
> From: Kerinci-net@yahoogroups.com [mailto:Kerinci-net@yahoogroups.com] On Behalf Of Denil Zilfia
> Sent: Tuesday, February 12, 2008 12:21 PM
> To: Kerinci-net@yahoogroups.com
> Subject: [Kerinci-net] Fauzi: September, Sungaipenuh Jadi Kota
>
>
>
>
> Sumber : http://www.jambiekspres.co.id/
>
> Fauzi:  September, Sungaipenuh Jadi Kota
>
> Tuesday, 12 February 2008
> Inventarisir Pegawai yang Bergabung ke Kerinci dan Sungaipenuh
> SUNGAIPENUH – Dalam waktu dekat ini, tepatnya Februari 2008 ini juga, Pemerintah Kabupaten Kerinci akan melakukan mutasi kecil-kecilan. Mutasi yang dilakukan tidak lain sebagai langkah untuk mempersipakan personil atau aparatur yang akan mengisi Pemeritahan Kota Sungaipenuh yang dipastikan bakal terwujud pada September 2008 mendatang.
> ”Minimal selesai dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) Kabupaten Kerinci pada September 2008 mendatang maka Pemerintahan Kota Sungaipenuh telah terbentuk,” terang Bupati H Fauzi Siin, kepada seluruh pegawai di lingkup Pemkab Kerinci ketika bertindak sebagai inspektur upacara Senin (11/2) kemarin.
> Bupati Fauzi menjelaskan, sekarang tengah dilaksanakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) di pusat oleh DPR RI bersama pemerintah. Diperkirakan pada pertengahan atau sekitar awal September 2008 nantinya diharapkan sudah ditandatangani oleh Presiden SBY.
> Jika Pemerintah Kota Sungaipenuh sudah terbentuk sebut Fauzi, maka untuk menjalankan roda Pemerintahan Kota Sungaipenuh akan ditunjuk perangkat daerahnya.
> Untuk itu kepada Wakil Bupati beserta Sekda, dirinya memerintahkan agar segera mendata seluruh pejabat-pejabat yang akan ditempatkan atau duduk di Pemerintahan Kota Sungaipenuh termasuk yang akan tetap bertahan di Pemerintahan Kabupaten Kerinci. ”Wabup dan Sekda saya minta untuk segera mendata seluruh pejabat yang akan ditempatkan di dua daerah otonomi itu, baik pemerintah kota maupun di Kabupaten Kerinci nantinya,” ungkap Bupati Fauzi Siin.
> Disisi lain pada apel kemarin, Bupati H Fauzi Siin juga kembali menekankan pada disiplin anak buahnya dengan cara mengambil absensi secara langsung. Dan hal ini pulalah yang membedakan dari apel yang kerap dilaksanakan setiap Senin. Malah kali ini Bupati Fauzi Siin langsung terjun ke masing-masing dinas instansi dan ada juga bagian untuk mengambil absensinya.
> ”Bagi PNS yang tidak hadir pada apel segera laksanakan hukuman fisik, berupa pemotongan uang makan atau dana lauk pauk (LP), disamping sanksi secara administrasi lantaran telah melanggar PP 30 Tahun 1980 tentang disiplin pegawai,”katanya. (wdo)
>

Oleh: kerincinet | 24 Desember 2008

Arifin Kritik Dikjar Kerinci, Jangan Lagi Berebut Proyek

 

— In Kerinci-net@yahoogroups.com, hans achong <hans_achong_tt@…> wrote:
>
> Assalamu’alaikum Wr.Wb.
> Wah boleh donk’s ikut nimbrung lagi. Ini berkaitan dengan berita di Koran JE. Kalo menurut saya berita dikoran itu dah BASI (sebab pejabat kerinci sudah lama BASI pakak, BASI lamak, akhirnya pendidikan Kerinci jadi BASILAMAKPEAK,,,,he,,,,he,,,,,). Sori ya agak kasar. Tapi emang Pejabat-pejabat Di kerinci gak ngerti bahasa halus, karena mereka emang bukan makhluk halus) Jadi mainnya sekarang sangat kasar.
> Tapi adahal yang lebih tragis lagi. Yaitu Nasib Guru-guru Honorer yang baru-baru ini diangkat sebagai CPNS. Mereka ada yang sudah mengabdi selama 12an tahun, malahan ada yang lebih. Tapi mereka hanya di akui oleh BKD Kerinci dan juga DIKNASnya kali, telah melaksanakan tugas hanya 3 tahun.
> Dan lebih mengenaskan, jika anggaran yang diajukan ke PEMKAB untuk gaji mereka sesuai dengan tahun yang sebenarnya (alias 12 tahun lebih) tapi yang dibayarkan hanya untuk tiga tahun) Padahal disemua kabupaten dan kota selain di Kerinci dibayarkan sesuai dengan berepa lama para honorer tersebut melaksanakan tugas sesuai dengan bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
> Kalo di kerinci,,,,,,???? Auk Ah. GelaaaaaaaaaaaaaP……!!!!
> Jadi memang kalo ada yang meramal kalo Pintu NERAKA sekarang jaraknya dari KERINCI sangat dekat benar adanya. Bisa jadi Jarak Kerinci – Jambi justru lebih jauh dari jarak KERINCI – NERAKA….. .
>
> Denil Zilfia denil.zilfia@… wrote:
> Dikutip dari : http://www.jambiekspres.co.id/
>
>
> Arifin Kritik Dikjar Kerinci, Jangan Lagi Berebut Proyek
>
> Wednesday, 06 February 2008
> SUNGAIPENUH – Kritikan pedas terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci terus dilontarkan oleh berbagai kalangan. Termasuk juga DPRD Kerinci sendiri yang sudah bersedia menganggarkkan alokasi dana yang dinilainya cukup besar bagi sektor ini. Akan tetapi kenyataan yang ada justru pendidikan di Kerinci dinilai masih saja semrawut.
> Apalagi dengan adanya angka buta aksara di Kerinci yang dinilai masih terlalu tinggi dibandingkan daerah lain. Tentu saja merupakan sebuah indikator dalam penilian pendidikan di daerah ini. Oleh karenanya, tahun ini Dewan akan lebih ketat lagi dalam memantau setiap kegiatan yang dilaksanakan dinas instansi terutama Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kerinci.
> H Z Arifin Adnan mengatakan, anggaran sudah disetujui pemerintah untuk sektor pendidikan Kerinci sudah tinggi dibandingkan daerah lain. Dimana anggaran yang disetujui dalam APBD 2008 berjumlah Rp 39 miliar. “Dana ini sudah cukup besar. Saya kira tinggal lagi pengelolaannya yang harus ditingkatkan untuk memajukan mutu pendidikan di Kerinci ini,” terang Wakil Ketua DPRD Kerinci itu.
> Sepengetahuan mantan Ketua DPRD Kerinci periode 1999-2004 itu, justru yang terjadi di Kerinci, para pejabat terutama di Dinas Dikjar saling rebutan proyek. Sehingga pendidikan itu sendiri terkesan diabaikan dan sangat wajar jika mutu pendidikan di Kerinci menjadi terbengkalai. Sekarang ini katanya, tinggal lagi bagaimana pengelolaan pendidikan yang harus ditingkatkan dan dilaksanakan secara profesional. Kalau masih seperti tahun yang telah sudah maka pendidikan di Kerinci ini tidak akan maju-maju.
> Ia menjelaskan, pendidikan di Kerinci bisa dikalahkan oleh kabupaten tetangga seperti Kabupaten Merangin. Dulu, justru orang dari kabupaten tetangga yang belajar di Kerinci . Malah sekarang ini bisa terbalik, justru orang Kerinci yang banyak keluar daerah untuk belajar. “Pejabat hendaknya jangan lagi berebut proyek dan saling tarik-menarik, terutama di Dinas Dikjar. Kalau masih rebutan proyek, wajar saja pendidikan semrawut seperti sekarang ini,” katanya.
> Lagi-lagi Arifin Adnan menjelaskan, kondisi pendidikan di Kerinci yang berada di daerah untuk sekian kalinya tidak dipedulikan lagi. Dimana kondisinya sudah sangat parah. Penyebabnya adalah dari oknum pendidikan itu sendiri yang jarang masuk dan mengajar.
> Arifin Adnan juga mengakui sangat berbeda pendidikan dengan apa yang disampaikan oleh DPD RI yang baru saja melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kerinci dan meninjau ke beberapa sekolah yang di Kota Sungaipenuh seperti SMAN I, MTsN Model dan MAN I Model.
> Sekolah-sekolah itu sebutnya, tidak perlu dipantau sudah pasti bagus lantaran berada di tengah kota . Kondisi yang nyata dan sebenarnya bisa dirasakan di daerah pelosok. “Kalau di kota tidak ada masalah, semuanya tentu bagus-bagus. Coba di daerah ujung seperti di Batang Merangin, Gunung Raya dan juga di Kayu Aro. Sekolah-sekolah di daerah pinggiran itu rata-rata tidak dikelola dengan baik,” ucapnya.
> Hal senada juga dilontarkan Mat Ramawi anggota DPRD Kerinci dari PPP mengakui anggaran untuk penididikan di Kerinci sudah besar. Hanya saja tinggal bagaimana pengelolaan atau manajemen di Dinas Dikjar yang harus diperbaiki sehingga kualitas pendidikan bisa ditingkatkan. “Kalau anggaran, saya rasa tidak ada masalah dan sudah cukup banyak,” terang Mat Ramawi.
> Sekarang ini bagaimana pengawasan yang bisa mengawasi sekolah-sekolah dan juga kepala dinas yang bisa menata semua bawahannya untuk dapat berkerja lebih baik lagi guna meningkatkan kualitas sektor pendidikan. “Kalau memang tidak sanggup lagi bisa diganti dengan yang lain, ketimbang pendidikan itu hancur,” terangya. (wdo)
>
>

Older Posts »

Kategori